Dari delapan hewan paling imut dan tercantik di dunia tersebut,yang mana kamu sukai?
Kelinci,kancil,kucing,ayam,burung ciblek,hamster,ikan mas koki dan angsa adalah hewan yang paling imut di dunia dan berwajah menawan
Batu Hajar Aswad terletak di suatu sudut kakbah (masjidilharam) ,tepatnya di Kota Mekkah Arab saudi merupakan sebuah batu yang diyakini oleh umat Islam berasal dari surga, dan yang pertama kali menemukannya adalah Nabi Ismail dan yang meletakkannya adalah Nabi Ibrahim.
Dahulu kala batu ini berwarna putih serta memiliki sinar yang terang dan dapat menerangi
seluruh jazirah Arab. Namun semakin lama sinarnya semakin meredup dan
hingga akhirnya sekarang berwarna hitam. Batu ini memiliki aroma yang
unik dan ini merupakan aroma wangi
alami yang dimilikinya semenjak awal keberadaannya, dan pada saat ini
batu Hajar Aswad tersebut ditaruh di sisi luar Kabah sehingga mudah bagi
seseorang untuk menciumnya. Adapun mencium Hajar Aswad merupakan sunah
Nabi Muhammad SAW. Karena beliau selalu menciumnya setiap saat tawaf.
2.Merah delima
Merah delima adalah batu mustika yang hanya terdapat di Indonesia,batu ini menjadi misteri bagi banyak orang karena sulit mendapatkanya .Presiden Indonesia yang pertama Soekarno adalah salah satu orang Indonesia yang mempunyai batu ini.menurut Gus Simon (Pengasuh salah satu PonPes di Surabaya)
mengatakan bahwa batu merah delima mulai ada sejak zaman Nabi Sulaiman
a.s. Batu ini dikaruniakan oleh Alloh SWT langsung kepada Nabi Sulaiman,
dan oleh nabi diberikan kepada istri yang sangat dicintainya yaitu Ratu
Balqis. Namun, ditangan Balqis batu ini menghilang ketika tengah dalam
perjalanan, dan sejak saat itu batu yang hilang ini banyak dicari orang
karena dipercaya mampu meningkatkan kewibawaan.
Adapun kegunaan Merah delima antara lain 1.Bisa membuat kita berkharisma dan pancaran cahaya dari wajah sebagaimana Soekarno yang memakai batu ini wajahnya sangat berkharisma 2.Penolak bala dan ilmu hitam 3.Mampu mengobati berbagai macam penyakit dan awet muda 3.Batu petir
Batu petir adalah batu yang berasal dari langit dan bisa mengobati berbagai macam penyakit sebagaimana batu petir Ponari,seorang bocah di Indonesia yang sempat menjadi dukun cilik terkenal dan membuat heboh banyak orang di seluruh Indonesia
4.Batu ular
Batu ini berasal dari Afrika,berkhasiat untuk menyerap/menyedot
racun/bisa yang masuk ke tubuh korban melalui gigitan hewan berbisa
(ular, kalajengking, lipan, lebah, dll), sampai racun/bisa yang ada di
tubuh korban menjadi netral.
Berlain adalah Intan yang sudah diasah . berlian mineral yang secara kimia merupakan bentuk kristal, atau alotrop, dari karbon. Intan terkenal karena memiliki sifat-sifat fisika yang istimewa, terutama faktor kekerasannya dan kemampuannya mendispersikancahaya. Sifat-sifat ini yang membuat intan digunakan dalam perhiasan dan berbagai penerapan di dalam dunia industri. Intan terutama ditambang di Afrika tengah dan selatan, walaupun kandungan intan yang signifikan juga telah ditemukan di Kanada, Rusia, Brasil, dan Australia. Sekitar 130 juta "carat"
(26.000 kg) intan ditambang setiap tahun, yang berjumlah kira-kira 9
miliar dollar Amerika Serikat. Selain itu, hampir empat kali berat intan
dibuat di dalam makmal sebagai intan sintetik (synthetic diamond).
7.Batu lafazAllah
batu bertuliskan Allah adalah batu yang merupakan hasil dari lukisan
Alam atas kehendak Tuhan.Allah adalah Tuhan yang di yakini umat
Islam,batu lafaz Allah termasuk fenomena yang jarang terjadi di
tiap-tiap batu di muka bumi.Batu lafaz Allah biasanya tergambar di
batu-batu akik dan banyak orang yang mengagumi batu ini karena keunikan
lafaznya. 8.Kalimaya
Batu kalimaya merupakan jenis permata asal banten yang banyak diburu
penghobi maupun kolektor. Harga batu kali maya bisa mencapai puluhan
juta untuk kualitas terbaik. Adapun khasiat batu akik kalimaya ini
dipercaya dapat meningkatkan kepercayaan diri pemakainya. Mungkin karena
batu ini memiliki corak yang sangat indah dengan variasi warna yang
sangat mempesona. Batu asal Banten ini di pasaran internasional dikenal dengan sebuatan
black opal dengan harga yang sangat tinggi, sehingga tidak heran jika
jenis batu ini menjadi incaran kolektor mancanegara karena nilainya yang
terbilang menggiurkan. Bahkan di Jepang batu permata asli Indonesia ini
pernah dijadikan sebagai mahar (maskawin) dalam sebuah pernikahan.
Jenis batu kalimaya bermacam-macam tergantung motif dan warna dasar
pada batu tersebut ada, namanya pun bervariasi seperti black oval,
kalimaya susu, kalimaya kembang, bahkan ada yang memberi nama aneh-aneh
tergantung corak dan warnanya.
Selama ini kita
mengenal pahlawan-pahlawan superhero di dunia Film atau di dunia khayal seperti
Spiderman,Batman,Superman,Power rangger,Ultraman,dan satria baja hitam.Lalu
adakah Paahlawan-pahlawan Superhero di dunia nyata pada masa lampau yang
membela kebenaran dan melawan keras Kejahatan.Tentu saja ada ,siapakah mereka?
1.Jaka
Sembung,Pendekar Buta
Alkisah, Parmin adalah seorang pendekar silat
asal Kandanghaur yang berjuang
melawan kolonialisme di era VOC, abad ke-17. Karena berguru dengan perguruan silat
di Gunung Sembung, dia dikenal dengan nama julukannya, "Jaka Sembung". Bersama
kekasihnya, Roijah atau si "Bajing Ireng" dan juga pendekar-pendekar
silat rekan seperjuangannya dari segala penjuru Nusantara, bahkan dari benua Australia, Jaka Sembung berjuang bersama-sama saling bahu
membahu dalam melawan pasukan VOC.
2. Pendekar
Alexander Yunani Iskandar Agung
Iskandar Agung, adalah raja Kekaisaran Makedonia (bahasa Yunani: Βασιλεύς Μακεδόνων), sebuah negara di daerah timur laut Yunani. Pada usia tiga puluh tahun, dia memimpin sebuah
kekaisaran terbesar pada masa sejarah kuno, membentang mulai dari Laut Ionia sampai pegunungan Himalaya. Dia tidak pernah terkalahkan dalam pertempuran dan
dianggap sebagai komandan perang terhebat sepanjang masa.[1] Aleksander lahir di Pella pada
356 SM dan merupakan murid seorang filsuf terkenal, Aristoteles. Pada tahun 336 SM Aleksander menggantikan
ayahnya, Filipus II dari Makedonia,
sebagai pemimpin Makedonia setelah ayahnya dibunuh oleh pembunuh gelap. Filipus
sendiri telah menaklukkan sebagian besar negara-kota di daratan utama Yunani ke dalam hegemoniMakedonia, melalui militer
dan diplomasi. Setelah kematian Filipus,
Aleksander mewarisi kerajaan yang kuat dan pasukan yang berpengalaman. Dia
berhasil mengukuhkan kekuasaan Makedonia di Yunani, dan setelah otoritasnya di
Yunani stabil, dia melancarkan rencana militer untuk ekspansi yang tak sempat
diselesaikan oleh ayahnya. Pada tahun 334 SM dia menginvasi daerah
kekuasaan Persia di Asia Minor dan memulai serangkaian kampanye militer
yang berlangsung selama sepuluh tahun. Aleksander mengalahkan Persia dalam
sejumlah pertempuran yang menentukan, yang paling terkenal antara lain Pertempuran Issus dan Pertempuran Gaugamela.
Aleksander lalu menggulingkan kekuasaan raja Persia, Darius III, dan menaklukkan keseluruhan Kekasiaran Persia
(Kekasiaran Akhemeniyah).i[›] Kekaisaran Makedonia kini membentang mulai dari Laut Adriatik sampai Sungai Indus. Karena berkeinginan mencapai
"ujung dunia", Aleksander pun menginvasi India
pada tahun 326 SM, namun terpaksa mundur karena pasukannya nyaris
memberontak. Aleksander meninggal dunia di Babilonia pada 323 SM, tanpa sempat melaksakan rencana
invasi ke Arabia. Setelah kematian
Aleksander, meletuslah serangkaian perang saudara yang memecah-belah
kekaisarannya menjadi empat negara yang dipimpin oleh Diadokhoi, para jenderal Aleksander. Meskipun terkenal karena
penaklukannya, peninggalan Aleksander yang bertahan paling lama bukanlah
pemerintahannya, melainkan difusi budaya
yang terjadi berkat penaklukannya. Berkat penaklukan Aleksander,
muncul koloni-koloni Yunani di daerah timur yang berujung pada munculnya budaya
baru, yaitu perpaduan kebudayaan Yunani, Mediterrania, Mesir, dan Persia yang
disebut dengan Peradaban Hellenis atau
Hellenisme. Aspek-aspek Hellenis tetap ada dalam tradisi Kekaisaran Bizantium
sampai pertengahan abad 15. Pengaruh Hellenisme ini bahkan sampai ke India dan Cina.
Khusus di Cina, pengaruh kebudayaan ini dapat ditelusuri di antaranya dengan
artefak yang ditemukan di Tunhuang. Aleksander
menjadi legenda sebagai pahlawan klasik dan diasosiasikan dengan karakteristik Akhilles. Aleksander juga muncul dalam sejarah dan mitos-mitos
di Yunani maupun di luar Yunani. Aleksander menjadi pembanding bagi para
jenderal bahkan hingga saat ini,ii[›] dan banyak Akademi militer di seluruh dunia yang mangajarkan
siasat-siasat pertempurannya
3.Si Pitung Pahlawan sakti dari Betawi
Berdasarkan
cerita legenda, Si Pitung dapat dibunuh oleh Belanda dengan beragam argumen
tersebut di atas. Menurut Hindia Olanda (18-10-1893:2), sebelum ditangkap
Pitung dalam keadaan rambut terpotong, beberapa jam sebelum kematiannya pada
hari Sabtu. Seperti yang diceritrakan oleh legenda bahwa kesaktian Si Pitung
hilang akibat jimat-nya diambil orang (Versi Film Si Pitung Banteng Betawi),
tetapi yang menarik, versi lain menyatakan, bahwa Si Pitung dapat
di-"lemahkan" jika dipotong rambut-nya. Berdasarkan koran Hidia
Olanda dikatakan bahwa sebelum kematiannya Si Pitung telah dipotong rambutnya.
Si Pitung adalah salah satu pendekar betawi berasal dari kampung Rawabelong
Jakarta Barat. Selain itu Si Pitung menggambarkan sosok pendekar yang suka
membela kebenaran dalam menghadapi ketidakadilan yang ditimbulkan oleh penguasa
Hindia Belanda pada masa itu. Kisah pendekar Si Pitung ini
diyakini nyata keberadaannya oleh para tokoh masyarakat Betawi
terutama di daerah Kampung Marunda
di mana terdapat Rumah dan Masjid lama
4.Sunan Giri Wali Allah yang menjadi pendekar tanpa
belajar
Sunan Giri adalah nama salah
seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di
daerah Gresik, Jawa Timur. Ia lahir di Blambangan tahun 1442. Sunan Giri
memiliki beberapa nama panggilan, yaitu Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul
Faqih, Raden 'Ainul Yaqin dan Joko Samudra. Ia dimakamkan di desa Giri,
Kebomas, Gresik. Sunan Giri mendapat tantangan dari Begawan Minto Semeru
seorang pertapa dari Gunung Lawu. Kurang lebih tiga tahun lamanya Sunan Giri
mendirikan pondok pesantren yang terletak di gunung giri, termasyurlah nama
pondok itu ke seluruh penjuru Pulau Jawa. Dan dalam pada itu, tersebutlah di
Gunung Lawu terdapat sebuah padepokan yang dipimpin oleh seorang Begawan sakti
bernama Minto Semeru. Konon kabarnya Begawan Minto ini sangat sakti. Suatu ketika Begawan Minto semeru mendengar nama
Sunan Giri yang baru mendirikan padepokan di Gunung Giri. Mendengar hal ini,
Begawan Minto merasa tersaingi, karena itu berangkatlah Begawan Minto ke
padepokan Giri. Pada saat Begawan Minto tiba, Sunan Giri sedang mengerjakan
sholat. Dia hanya bertemu dengan salah satu muridnya yang menjaga pintu gerbang
padepokan Giri.
“Dapatkah aku bertemu dengan Sunan Giri?”, Tanya
sang Begawan. “Siapakah tuan ini, dan dari mana asalnya?”, Tanya
si penjaga gerbang. “Katakan aku ingin bertemu dengan pemimpin
padepokan ini”, ujar Begawan Minto tidak serantan. “Kanjeng Sunan sedang Sholat” sahut penjaga pintu. “Sudah cepat katakan ada tamu dari jauh ingin
bertemu” ujar sang Begawan. Akhirnya penjaga pintu gerbang itu segera menemui
Kanjeng Sunan di tempat sholat. Kebetulan kanjeng sunan sudah selesai sholat. “Ada apa muridku?” Tanya Kanjeng Sunan. “Ada seorang tamu dari jauh ingin bertemu dengan
Kanjeng Sunan” jawab muridnya dengan santun. “Suruh dia masuk” ujar Kanjeng Sunan.
Akhirnya murid Kanjeng Sunan tersebut menemui sang
Begawan tersebut seraya mengajaknya masuk kedalam lingkungan pesantren.
Sementara Sunan Giri menyambut kedatangannya dengan ramah, sedikitpun tak ada
kecurigaan bahwa kedatangan sang Begawan untuk mengajak adu kesaktian. “Kisanak ini berasal dari mana?” Tanya Kanjeng
Sunan seraya hendak berkenalan. “Namaku Begawan Minto Semeru, datang dari Gunung
Lawu. Aku mendengar berita bahwa tuan adalah guru besar padepokan Gunung Giri,
seorang guru sakti berilmu tinggi. Terus terang saja, kedatanganku kemari ingin
mencoba kesaktian tuan guru” ujar Begawan Minto dengan mantap. “Mencoba kesaktianku?” Tanya Kanjeng Sunan. “Ya, bila nanti aku yang kalah, aku bersedia
mengabdi kepada tuan guru sebagai murid. Dan bila tuan guru yang kalah, maka
akan kupenggal leher tuan guru agar di tanah Jawa ini tidak ada seorang pun
yang dianggap sakti kecuali aku” kata Begawan Semeru dengan yakin. “Ketahuilah kisanak, bahwa semua yang ada dialam
semesta ini adalah kepunyaan Allah, dia Maha Kuasa lagi Maha Sakti. Karena itu
jika kisanak hendak mengalahkan aku dan memenggal leherku, maka jika Tuhan
tidak menghendaki, sejuta orang seperti kisanak pun tidak akan mampu
melaksanakannya”, ujar Kanjeng Sunan dengan sopan. “Jelasnya tuan guru telah menerima tantanganku”,
ujar Begawan Minto. “Silahkan bila tuan ingin mencoba ilmu ciptaan
Tuhan kepadaku”, sahut Kanjeng Sunan. Kedua orang itu kemudian keluar dari lingkungan
Pesantren menuju lapangan luas dan saling berhadapan. “Sebelum memulai pertarungan, marilah kita main
tebak dahulu, aku akan mengubur binatang di atas Gunung Pertukangan, tuan
tinggal menebak binatang apa yang aku kubur itu?”, kata sang Begawan sambil
tertawa terkekeh-kekeh. “Silakan”. Sahut Kanjeng Sunan. Dengan gerakan cepat, Begawan Minto Semeru melesat
menuju Gunung Pertukangan. Di sana dia menciptakan dua ekor angsa, jantan dan
betina, lalu kedua angsa itu dikubur hidup-hidup. Setelah selesai dia kembali
ke tempat semula Kanjeng Sunan berada. “Nah, binatang apa yang saya kubur di gunung itu
tuan guru?” Tanya sang Begawan serasa mengejek. “Yang tuan kubur itu adalah sepasang ular naga”
jawab Kanjeng Sunan kalem. Serentak Begawan Minto tertawa terbahak-bahak
mendengar jawaban sunan seraya berkata “tebakan tuan salah, salah besar”.
Selanjutnya sang Begawan berkata ”yang saya kubur adalah sepasang angsa”. “Apa tuan tidak salah lihat, sebaiknya tuan kembali
dan bongkarlah apa yang tuan kubur itu”. Kata Kanjeng Sunan meyakinkan. “Justru tuanlah yang harus melihatnya, agar tuan
menerima kekalahan tuan, sahut sang Begawan. “Kalau begitu marilah kita lihat bersama-sama” kata
Kanjeng Sunan. Hanya beberapa kejap mata, kedua orang itu tiba di
Gunung Pertukangan. Begawan Minto Semeru membongkar binatang ciptaannya yang
dikubur itu. Tiba-tiba keluarlah sepasang ular naga. Sang Begawan terkejut
seraya bergumam “Kali ini aku kalah, tapi awas untuk yang kedua kalinya”. Berkali-kali sang Begawan mengeluarkan ilmu
kesaktiannya, dan berkali-kali pula ia tidak dapat mengalahkan ilmu Kanjeng
Sunan, hingga akhirnya sang Begawan mengeluarkan ilmu andalannya.
Sang Begawan melepaskan ikat kepalanya, lalu
dilemparkan ke udara dengan ilmu andalannya, ikat kepala itu melesat ke udara
dengan kecepatan yang sulit dipandang mata. Namun Kanjeng Sunan tidak tinggal
diam, dilemparkan pula sorbannya dan melesat ke udara memburu ikat kepala sang
Begawan. Sorban Kanjeng Sunan dapat menyusul ikat kepala sang Begawan bahkan
dapat menumpangi ikat kepala Begawan Minto Semeru. Dengan lambaian tangan
Kanjeng Sunan, kedua benda itu meluncur kebawah, dan tepat jatuh dihadapan sang
Begawan. Sorban Kanjeng Sunan tetap berada diatas, sementara ikat kepala sang
Begawan berada di bawah. Hal tersebut menandakan bahwa sang Begawan tetap
kalah. Sang Begawan semakin penasaran, dicobanya adu kesaktian sekali lagi.
Sang Begawan menciptakan beberapa butir telur. Telur-telur itu disusunnya dari
bawah ke atas. Anehnya, telur-telur itu tidak jatuh. Melihat permainan itu,
Kanjeng Sunan tidak mau kalah. Telur-telur itu diambilnya satu persatu dari
bawah, dan lebih aneh lagi, telur-telur itu tidak jatuh ke bawah hingga telur
itu dapat diambil semuanya. Dengan diliputi rasa malu di hadapan para penonton,
akhirnya sang Begawan Minto mengajak duel Kanjeng Sunan dengan jurus-jurus
pamungkas. Setelah keduanya siap, mulailah sang Begawan menyerang Kanjeng Sunan
dengan jurus-jurus andalannya. Secepat kilat pukulan sang Begawan menghantam
Kanjeng Sunan, secepat kilat pula Kanjeng sunan mengembalikan pukulan itu
kepada sang Begawan dengan dorongan telapak tangannya. Tak ayal lagi pukulan
itu mengenai sang Begawan sendiri. Sesuai dengan janji, akhirnya sang Begawan
mengaku kalah dan berlutut dihadapan Kanjeng Sunan seraya meminta maaf atas
kesombongannya. “Kali ini kuserahkan jiwa ragaku kepada Kanjeng
Sunan, aku bersedia menjadi murid Kanjeng Sunan” kata Begawan Minto Semeru. “Soal itu mudah, yang penting tuan kenali dulu
ajaran agama islam” kata Kanjeng Sunan. “Semula aku berjanji, jika aku yang kalah, aku
bersedia menjadi murid Kanjeng. Dan itu berarti aku harus belajar ilmu-ilmu
yang Kanjeng miliki” sahut Begawan Minto Semeru.
Demikianlah hasil adu kesaktian sang Begawan Minto
Semeru dengan Kanjeng Sunan Giri yang dimenangkan oleh Kanjeng Sunan Giri dan
akhirnya Begawan Minto Semeru menjadi murid Kanjeng Sunan Giri. Setelah dirasa sudah cukup lama menimba ilmu dari
Kanjeng Sunan Giri, akhirnya Begawan Minto Semeru kembali ke Gunung Lawu.
Disana sang Begawan mengajak murid-muridnya untuk mengenal ajaran agama Islam. Sampai akhir hayatnya, Raden Paku atau Sunan Giri
tetaplah merupakan pahlawan islam yang sangat diagungkan. Beliau merupakan
orang yang banyak menyebarkan ajaran Islam di Indonesia terutama di Pulau Jawa
dan sekitarnya. Tepat pada hari Senin bulan Dzulhijjah beliau meninggal dunia.
Jenazahnya dimakamkan di Gunung Giri Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik. Sampai
saat ini banyak peziarah dari penjuru tanah air datang ke makam beliau karena
jasa-jasa beliau dalam menyebarkan agama Islam. Semoga jasa-jasa beliau dalam
menegakkan ajaran agama Islam diterima di sisi allah SWT. Amien Ya Robbal
Aalamien. Konon menurut catatan sejarah, silsilah Sunan Giri
bila dilihat dari jalur ayahnya Syekh Maulana Ishaq masih berhubungan dengan
Baginda Rasullulah SAW. Dan bila silsilah keturunan dari ibunya Dewi Sekardadu
masih ada hubungan dengan Raja Majapahit Prabu Hayam Wuruk. Beberapa babad menceritakan pendapat yang berbeda
mengenai silsilah Sunan Giri. Sebagian babad berpendapat bahwa ia adalah anak
Maulana Ishaq, seorang mubaligh yang datang dari Asia Tengah. Maulana Ishaq diceritakan
menikah dengan Dewi Sekardadu, yaitu putri dari Menak Sembuyu penguasa wilayah
Blambangan pada masa-masa akhir kekuasaan Majapahit.
Pendapat lainnya yang menyatakan bahwa Sunan Giri
juga merupakan keturunan Rasulullah SAW, yaitu melalui jalur keturunan Husain
bin Ali, Ali Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, Ja'far ash-Shadiq, Ali
al-Uraidhi, Muhammad an-Naqib, Isa ar-Rumi, Ahmad al-Muhajir, Ubaidullah, Alwi
Awwal, Muhammad Sahibus Saumiah, Alwi ats-Tsani, Ali Khali' Qasam, Muhammad
Shahib Mirbath, Alwi Ammi al-Faqih, Abdul Malik (Ahmad Khan), Abdullah
(al-Azhamat) Khan, Ahmad Syah Jalal (Jalaluddin Khan), Jamaluddin Akbar
al-Husaini (Maulana Akbar), Maulana Ishaq, dan 'Ainul Yaqin (Sunan Giri).
Umumnya pendapat tersebut adalah berdasarkan riwayat pesantren-pesantren Jawa
Timur, dan catatan nasab Sa'adah
5.Pangeran Dipononegoro Pembunuh Penjajah Belanda terbanyak
Pertempuran terbuka dengan
pengerahan pasukan-pasukan infantri, kavaleri dan artileri —yang sejak perang
Napoleon menjadi senjata andalan dalam pertempuran frontal— di kedua belah
pihak berlangsung dengan sengit. Front pertempuran terjadi di puluhan kota dan
desa di seluruh Jawa. Pertempuran berlangsung sedemikian sengitnya sehingga
bila suatu wilayah dapat dikuasai pasukan Belanda pada siang hari, maka malam
harinya wilayah itu sudah direbut kembali oleh pasukan pribumi; begitu pula
sebaliknya. Jalur-jalur logistik dibangun dari satu wilayah ke wilayah lain
untuk menyokong keperluan perang. Berpuluh kilang mesiu dibangun di hutan-hutan
dan dasar jurang. Produksi mesiu dan peluru berlangsung terus sementara
peperangan berkencamuk. Para telik sandi dan kurir bekerja keras mencari dan
menyampaikan informasi yang diperlukan untuk menyusun stategi perang. Informasi
mengenai kekuatan musuh, jarak tempuh dan waktu, kondisi medan, curah hujan
menjadi berita utama; karena taktik dan strategi yang jitu hanya dapat dibangun
melalui penguasaan informasi. Serangan-serangan besar
rakyat pribumi selalu dilaksanakan pada bulan-bulan penghujan; para senopati
menyadari sekali untuk bekerjasama dengan alam sebagai “senjata” tak
terkalahkan. Bila musim penghujan tiba, gubernur Belanda akan melakukan usaha
usaha untuk gencatan senjata dan berunding, karena hujan tropis yang deras
membuat gerakan pasukan mereka terhambat. Penyakit malaria, disentri, dan
sebagainya merupakan “musuh yang tak tampak” melemahkan moral dan kondisi fisik
bahkan merenggut nyawa pasukan mereka. Ketika gencatan senjata terjadi, Belanda
akan mengkonsolidasikan pasukan dan menyebarkan mata-mata dan provokator mereka
bergerak di desa dan kota; menghasut, memecah belah dan bahkan menekan anggota
keluarga para pengeran dan pemimpin perjuangan rakyat yang berjuang dibawah
komando pangeran Dipanegara. Namun pejuang pribumi tersebut tidak gentar dan
tetap berjuang melawan Belanda. Pada puncak peperangan,
Belanda mengerahkan lebih dari 23.000 orang serdadu; suatu hal yang belum
pernah terjadi ketika itu dimana suatu wilayah yang tidak terlalu luas seperti
Jawa Tengah dan sebagian Jawa timur dijaga oleh puluhan ribu serdadu. Dari
sudut kemiliteran, ini adalah perang pertama yang melibatkan semua metode yang
dikenal dalam sebuah perang modern. Baik metode perang terbuka (open warfare),
maupun metoda perang gerilya (geurilia warfare) yang dilaksanakan melalui
taktik hit and run dan penghadangan. ini bukan sebuah tribal war atau perang
suku. Tapi suatu perang modern yang memanfaatkan berbagai siasat yang saat itu
belum pernah dipraktekkan. perang ini juga dilengkapi dengan taktik perang urat
syaraf (psy-war) melalui insinuasi dan tekanan-tekanan serta provokasi oleh
pihak Belanda terhadap mereka yang terlibat langsung dalam pertempuran; dan
kegiatan telik sandi (spionase) dimana kedua belah pihak saling memata-matai
dan mencari informasi mengenai kekuatan dan kelemahan lawannya. Pada tahun 1827, Belanda
melakukan penyerangan terhadap Dipanegara dengan menggunakan sistem benteng
sehingga Pasukan Dipanegara terjepit. Pada tahun 1829, Kyai Maja, pemimpin
spiritual pemberontakan, ditangkap. Menyusul kemudian Pangeran Mangkubumi dan
panglima utamanya Sentot Alibasya menyerah kepada Belanda. Akhirnya pada
tanggal 28 Maret 1830, Jenderal De Kock berhasil menjepit pasukan Dipanegara di
Magelang. Di sana, Pangeran Dipanegara menyatakan bersedia menyerahkan diri
dengan syarat sisa anggota laskarnya dilepaskan. Maka, Pangeran Dipanegara
ditangkap dan diasingkan ke Manado, kemudian dipindahkan ke Makassar hingga
wafatnya di Benteng Rotterdam tanggal 8 Januari 1855. Perang melawan penjajah lalu
dilanjutkan oleh para putera Pangeran Diponegoro. Pangeran Alip atau Ki Sodewo
atau bagus Singlon, Diponingrat, diponegoro Anom, Pangeran Joned terus
melakukan perlawanan walaupun harus berakhir tragis. Empat Putera Pangeran
Diponegoro dibuang ke Ambon, sementara Pangeran Joned terbunuh dalam
peperangan, begitu juga Ki Sodewo. Berakhirnya Perang Jawa yang
merupakan akhir perlawanan bangsawan Jawa. Perang Jawa ini banyak memakan
korban dipihak pemerintah Hindia sebanyak 8.000 serdadu berkebangsaan Eropa,
7.000 pribumi, dan 200.000 orang Jawa. Sehingga setelah perang ini jumlah
penduduk Yogyakarta menyusut separuhnya. Mengingat bagi sebagian orang Kraton
Yogyakarta Dipanegara dianggap pemberontak, sehingga konon anak cucunya tidak
diperbolehkan lagi masuk ke Kraton, sampai kemudian Sri Sultan HB IX memberi
amnesti bagi keturunan Dipanegara, dengan mempertimbangkan semangat kebangsaan
yang dipunyai Dipanegara kala itu. Kini anak cucu Dipanegara dapat bebas masuk
Kraton, terutama untuk mengurus Silsilah bagi mereka, tanpa rasa takut akan
diusir
WAH ...ternyata Pahlawan-pahlawan Superhero itu adanya di Indonesia pada masa lampau,sangat cocok NOAH meluncurkan lagu terbarunya HERO,berikut ini Video klipnya